Pages

Minggu, 01 Juni 2014

Tahap-Tahap Berkicau Pleci Diam sampai Ngerol

Oleh Tanto Seftianto pada 8 Agustus 2012 pukul 20:10
copas di PCMI pusat atas ijin komandan @istono yuwono

Tahap-tahap berkicau pada burung Pleci

0. Pleci Diam, tanpa suara


1. Nada Panggil (Call), pada tahap ini, burung
Pleci mengeluarkan suara yang bertujuan untuk memanggil pasangan atau
koloni nya. Nada panggil ini biasa kita dengar seperti Ciew.....
Ciew.... atau..cuit....cuit... dan lainnya sesuai jenis dan dan endemik
burung Pleci tersebut, yang dilantunkan dengan paruh terbuka lebar.


2. Ngeriwik, Pada tahap ini, burung Pleci mulai
me-replay lagu dan isian dengan volume suara pelan. Paruh cenderung
tertutup, suara masih di tahan pada bagian tenggorokan, sesekali
terlihat paruh sedikit terbuka. Lagu yang di replay burung umumnya
berasal pemasteran alami/buatan yang terekam di Auditory Memori (otak)
burung tersebut. Dalam tahap ini, masih belum terlalu jelas jenis suara
burung apa yang sedang dinyanyikan. Umumnya pada fase ngeriwik ini, gaya
burung Pleci terlihat menggeleng-gelengkan kepala yang oleh sebagian
besar orang disebut dengan sebutan teler. Sedangkan persepsi gaya teler
yang dimaskudkan pada burung Pleci TIDAK SAMA dengan gaya teler pada
burung Anis Merah.



3. Ngeriwik Kasar, merupakan tahapan berikutnya
dimana burung Pleci mulai mereplay lagu dan isian dengan volume suara
yang keluar lebih jelas dengan paruh mulai membuka. Artinya, Pleci tidak
lagi menahan kicauanya di tenggorokan melainkan sudah dikeluarkan
dengan posisi paruh lebih sering buka tutup. Tak jarang, burung Pleci
mengeluarkan riwikannya sambil menggelengkan kepala atau teler ke
kiri-kanan mirip seperti burung Anis Merah/Bata. Pleci yang mulai mapan
dan birahi biasanya menjadi berani mengeluarkan riwikan kasarnya bila di
dekatkan dengan pleci lain. Dalam tahap ini, isian sudah terdengar
cukup jelas seperti misalya suara burung ciblek, prenjak, kenari,
gelatik wingko, kolibri, kutilang, dll. Suara yang dikeluarkan masih
dapat terdengar dari jarak 5-10 meter. Umumnya pada fase ngeriwik ini,
gaya burung Pleci terlihat menggeleng-gelengkan kepala yang oleh
sebagian besar orang disebut dengan sebutan teler. Sedangkan persepsi
gaya teler yang dimaskudkan pada burung Pleci TIDAK SAMA dengan gaya
teler pada burung Anis Merah.



4. Ngeplong, pada tahap ini burung Pleci berkicau
variatif lantang dengan volume suara yang keras (loud). Pada burung
Pleci, fase ini disebut juga dengan BUKA PARUH. Banyak
kategori dalam hal ngeplong (buka paruh) ini, yang pertama adalah Ngalas
yang artinya melagukan suara kicauan asli burung Pleci seperti di
habitatnya (alas=hutan). Yang kedua adalah burung Pleci yang ngeplong
dengan berbagai isian yang bukan suara asli burung Pleci. Pada saat
ngeplong ini, suara kicauan burung Pleci tersebut dapat terdengar dari
jarak puluhan meter.


5. Ngerol, merupakan tahap berkicau pada burung
Pleci yang tinggi. Suara Ngeplong (baik standar suara Pleci, semi isian
ataupun full isian) dibawakan sambung menyambung secara variatif,
diulang-ulang dan kadang dibarengi dengan berbagai suara isian dengan
volume suara naik turun yang lantang dengan paruh terbuka lebar (buka
paruh). Suara yang dikeluarkan dapat terdengar dari jarak puluhan meter.


Jadi, ngerol (berasal dari kata roll) yang artinya
suara yang menggulung panjang atau sambung menyambung menjadi rangkaian
lagu harmonis yang lebih panjang.

0 komentar:

Posting Komentar

Blogger templates